• gambar
  • Bener zainal

Tahun Pelajaran 2022/2023 dimulai tanggal 11 Juli 2022 dengan melaksanakan pembelajaran Tatap Muka untuk Pemulihan Pembelajaran dengan tetap melaksanakan Protokol Kesehatan Kenormalan Baru. Jaga kebersihan diri, cuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas. Kurikulum Merdeka diterapkan untuk Kelas 7 dan Kurikulum 2013 untuk Kelas 8 dan 9.

Pencarian

Video Terbaru

Kontak Kami


SMP NEGERI 19 PALEMBANG

NPSN : 10603755

Jl. Srijaya Km.5,5 Kec.ALang-Alang Lebar Palembang 30153


info@smpn19plg.sch.id

TLP : 07115716734


          

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 375169
Pengunjung : 140049
Hari ini : 48
Hits hari ini : 118
Member Online : 0
IP : 3.238.98.39
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Login Member

Username:
Password :

Status Member

Profil Pelajar Pancasila dan Dimensinya




Di tahun pelajaran 2022/2023 hampir semua satuan Pendidikan siap melaksanakan Kurikulum Merdeka yang memiliki muatan Intrakurikuler dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). 


Apakah bapak ibu guru sudah memahami apa itu Profil Pelajar Pancasila dan apa saja dimensi serta elemennya ? Selain bapak ibu guru, peserta didik, orang tua dan para pemangku kepentingan juga wajib mengetahui apa itu profil pelajar Pancasila. 


Dikutip dari Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, Kemendikbudristek disebutkan profil pelajar Pancasila merupakan pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila. Pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, dengan enam ciri utama: beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif


Di lain sisi, profil pelajar Pancasila juga mencakup mengenai kemampuan pelajar untuk memiliki paradigma berpikir yang terbuka terhadap perbedaan dan kemajemukan. Pelajar Pancasila harus memiliki kepedulian pada lingkungannya dan menjadikan kemajemukan yang ada sebagai kekuatan untuk hidup bergotong royong.



Profil Pelajar Pancasila merupakan Profil Lulusan yang bertujuan untuk menunjukkan karakter dan kompetensi yang diharapkan akan diraih dan menguatkan nilai-nilai luhur Pancasila peserta didik dan para pemangku kepentingan. Profil Pelajar Pancasila memberikan gambaran yang ingin dituju mengenai Karakter dan kemampuan yang dibangun dalam keseharian dalam diri pelajar Indonesia. Kompetensi profil pelajar Pancasila memperhatikan faktor internal yang berkaitan dengan jati diri, ideologi, dan cita-cita bangsa Indonesia, serta faktor eksternal yang berkaitan dengan konteks kehidupan dan tantangan bangsa Indonesia di Abad ke-21 yang sedang menghadapi masa revolusi industri 4.0.



Apa Saja Karakter Profil Pelajar Pancasila? 


Terdiri dari 6 Dimensi yaitu :


1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia. 


Pelajar Indonesia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia adalah pelajar yang berakhlak dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa. Pelajar yang memahami ajaran agama dan kepercayaannya, serta menerapkan pemahaman tersebut dalam kehidupannya sehari-hari. Ada lima elemen kunci beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia: (a) akhlak beragama; (b) akhlak pribadi; (c) akhlak kepada manusia; (d) akhlak kepada alam; dan (e) akhlak bernegara.



2. BerkeBhinekaan Global


Di era globalisasi saat ini, pelajar Pancasila diharapkan tetap berpikir terbuka dalam berinteraksi dengan budaya lain namun harus tetap dapat mempertahankan budaya luhur, lokalitas dan identitasnya sebagai bangsa Indonesia, sehingga menumbuhkan rasa saling menghargai dan menghormati segala perbedaan. Kemungkinan akan terbentuknya budaya baru yang positif asalkan tidak bertentangan dengan budaya luhur bangsa. Elemen dan kunci kebhinekaan global meliputi; mengenal dan menghargai budaya, kemampuan komunikasi interkultural dalam berinteraksi dengan sesama, refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebinekaan.




3. Mandiri



Pelajar Indonesia merupakan pelajar mandiri, yaitu pelajar yang bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya. Elemen kunci dari mandiri terdiri dari kesadaran akan diri dan situasi yang dihadapi serta regulasi diri.


4. Bernalar Kritis



Pelajar Pancasila harus memiliki nalar kritis. Mengapa? Karena dengan bernalar kritis artinya pelajar mampu mengolah informasi yang didapatkan, mampu membangun hubungan keterkaitan berbagai informasi, menganalisis informasi, mengevaluasi, dan menyimpulkannya serta mencari solusi terbaik jika dihadapkan pada suatu masalah. Hal ini penting, apalagi di era komunikasi digital banyak terjadi penyebaran informasi Hoax yang kadang tidak berdasarkan data dan fakta. Elemen-elemen dari bernalar kritis adalah : memperoleh dan memproses informasi dan gagasan, menganalisis dan mengevaluasi penalaran, merefleksi pemikiran dan proses berpikir, dan mengambil Keputusan.

 



5. Bergotong royong



Gotong royong adalah ciri masyarakat Indonesia sejak jaman nenek moyang dulu. Dengan bergotong royong pekerjaan berat akan terasa ringan, lebih cepat selesai dan melatih kita untuk bekerjasama dan sama-sama bekerja. Selain itu gotong royong juga dapat menjalin tali silaturahmi.

 

 


6. Kreatif


Kata Kreatif mengandung arti menghasilkan sesuatu yang inovatif, orisinil, bermakna, bermanfaat dan berdampak secara luas terhadap masyarakat. Oleh karena itu Pelajar Pancasila diharapkan mampu menunjukkan kreatifitasnya di semua bidang baik itu produk karya maupun tindakan. Elemen kunci dari kreatif terdiri dari menghasilkan gagasan yang orisinal serta menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal.


Dari keenam dimensi Profil Pelajar Pancasila tersebut dapat digambarkan bahwa Pelajar Pancasila merupakan pelajar sepanjang hayat, berkompeten dan memiliki nilai-nilai luhur Pancasila. Pelajar Pancasila merupakan pelajar Indonesia yang memiliki inisiatif dan siap untuk belajar hal-hal yang baru. Tidak hanya itu, pelajar Pancasila harus aktif dalam mencari cara untuk meningkatkan kapasitas diri dan bersikap reflektif agar dapat terus berkontribusi kepada bangsa, negara, dan dunia. Hal ini menunjukkan perpaduan antara penguatan Identitas Bangsa Indonesia yaitu Dasar Negara Pancasila sebagai rujukan karakter pelajar Indonesia dengan kompetensi yang sesuai perkembangan zaman. Dimensi-dimensi tersebut menunjukkan Profil Pelajar Pancasila tidak hanya fokus pada kemampuan Kognitif dan keterampilan saja, akan tetapi sikap dan perilaku yang sesuai dengan Jati Diri Bangsa Indonesia sekaligus warga dunia. 


 






Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :

 

Komentar :


   Kembali ke Atas