• gambar
  • Bener zainal

Tahun Pelajaran 2020/2021 dimulai tanggal 13 Juli 2020 dengan melanjutkan pembelajaran jarak jauh, siswa belajar dari rumah. Untuk mencegah penyebaran Virus Corona, siswa dihimbau utk melakukan aktifitas di rumah dan menghindari bepergian ke tempat umum. Jaga kebersihan diri, cuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas. Manfaatkan web e-Learning sebagai media interaksi belajar guru dan siswa secara online.

Pencarian

Kontak Kami


SMP NEGERI 19 PALEMBANG

NPSN : 10603755

Jl. Srijaya Km.5,5 Kec.ALang-Alang Lebar Palembang 30153


info@smpn19plg.sch.id

TLP : 07115716734


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 174405
Pengunjung : 64237
Hari ini : 36
Hits hari ini : 98
Member Online : 0
IP : 3.238.173.209
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

Awal Tahun 2021, SMP Negeri 19 Palembang ajukan pembelajaran kombinasi tatap muka dan daring




Memasuki awal semester genap awal Januari 2021 bersamaan imbauan Mendikbud Nadiem Makarim tentang diperbolehkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka, berbagai sekolah di Palembang sudah mulai mempersiapkan skema KBM dimasa Pandemi Covid-19 tersebut.


Kepala SMP Negeri 19 Palembang Drs Maju Simanjuntak, M.Si. mengatakan, sembari menunggu ketentuan dari Pemerintah Daerah dan Juknis dari Dinas Pendidikan Kota Palembang, rencana awal semester genap Januari 2021 sudah mulai dibuka KBM tatap muka.


 

“Rencana perpaduan atau kombinasi, jadi ada tatap muka dan online. Dan tatap muka ini, siswa hanya tiga jam di sekolah tanpa istirahat dengan maksimal 16 siswa per kelas tanpa pembukaan kantin dan langsung pulang,” ujarnya, Jumat (11/12/2020).


Menurutnya, KBM Kurikulum darurat dimasa Covid-19 menjadi rujukan sementara, termasuk pengurangan waktu jam belajar dari satu minggu 38 jam menjadi 25 jam. Dan durasi satu jam pelajaran dari 40 menit menjadi 30 menit. 


 


Oleh karena itu, pihak sekolah akan mewanti-wanti pada saat pembagian raport maka orangtua harus bisa bekerjasama dengan sekolah terkait persiapan tatap muka.


“Jadi terkait belajar tatap muka ini kan diserahkan oleh Pemerintah Daerah dan juga kondisi di sekolah. Nah, nanti kita minta juga izin tertulis orangtua dan komite. Kita tidak ingin juga anak-anak ke sekolah naik oplet dengan alasan orangtua sibuk, kalau bisa diantar, karena kami sekolah ingin memastikan agar anak-anak dari rumah ke sekolah dan pulang langsung ke sekolah,” jelasnya.


 

 


Maju menambahkan, saat ini sekolah persiapkan adalah protokol kesehatan sembari menunggu edaran dari Pemerintah Daerah dan Juknis dari Dinas Pendidikan Kota Palembang.


Mulai dari alat cuci tangan lengkap dengan sabun, hand sanitizer, masker bagi siswa yang lupa membawa dan juga sanitasi dengan air mengalir.


“Termasuk kita akan MoU dengan Puskesmas terdekat untuk antisipasi segala kemungkinan yang ada,” jelasnya.


 

Ditambahkan Maju, pihak sekolah sendiri sebetulnya ingin mengajukan sistem belajar kombinasi tatap muka dan daring. “Kalau di ijinkan kita laksanakan tapi yang jelas kita persiapkan sarana prasarana kesehatan, kita juga sosialisasikan ke orang tua dan siswa” tegasnya.


Menurut Maju, ada tiga protokol kesehatan yang harus di ikuti oleh semua yakni protokol kesehatan berangkat dari rumah, protokol kesehatan selama siswa di sekolah dan protokol kesehatan dari sekolah pulang ke rumah. “Nah ketiga prokes ini harus bisa dilaksanakan semua, baik oleh pihak sekolah maupun dari orang tua atau wali murid” jelasnya.


Untuk orang tua sendiri, sebelum siswa pergi sekolah, hendaknya siswa diberikan makan yang cukup agar daya tahan tubuhnya tinggi serta pergi memakai masker. Di Sekolah, kita juga menyiapkan sarana penunjang seperti tempat cuci tangan, pengukur suhu tubuh dan mengatur tempat duduk agar memiliki jarak.


 


“Selama masih berada di sekolah, tidak saling pinjam meminjam alat belajar untuk menghindari sentuhan. Kemudian satu kelas kita mengondisikan ada enam belas siswa, sehingga ada jarak antar siswa. Kemudian prokes dari sekolah ke rumah harus cuci tangan dulu. Mengenai pengantaran siswa mereka batas satpam saja, kemudian langsung masuk kelas jadi tidak ada kerumunan. Di sekolah siswa juga di awasi ketat, kalau ini di ijinkan mudah-mudahan ya bisa di laksanakan dengan ketat agar pembelajaran lebih bermakna lah” pungkasnya.



Ia berharap dengan adanya perpaduan tatap muka dan online pada awal semester genap 2020/2021 nanti , bisa mengobati kerinduan ank-anak dan menstabilkan semangat belajar siswa.


Apalagi, tidak sedikit orangtua juga yang menginginkan segera dibuka tatap muka sehingga anak-anak bisa belajar dengan gurunya secara langsung.


 



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :

 

Komentar :


   Kembali ke Atas